{"id":61,"date":"2021-03-19T10:43:09","date_gmt":"2021-03-19T10:43:09","guid":{"rendered":"https:\/\/mtspersissindang.sch.id\/?p=61"},"modified":"2021-03-19T10:48:03","modified_gmt":"2021-03-19T10:48:03","slug":"nizam-pesantren","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mtspersissindang.sch.id\/?p=61","title":{"rendered":"NIZAM PESANTREN"},"content":{"rendered":"<p>NIDZHAM PESANTREN PERSATUAN ISLAM 138 CIKIJING MAJALENGKA<\/p>\n<p>MUQADDIMAH<\/p>\n<p>Perkembangan-perkembangan yang terjadi di dunia masa sekarang dan yang akan datang adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa dibendung, sebagai konsekuensi dari obsesi dan ambisi manusia yang ingin sesuatu yang lebih baik dari waktu ke waktu. Pada hakekatnya perkembangan itu sendiri merupakan sintesa dari tarik menarik pertentangan antara ambisi-ambisi dan obsesi-obsesi yang diekspresikan seluruh umat manusia. Pertentangan itu pada batas-batas tertentu telah menjadi peperangan dalam bentuk dan eskalasi. Umat manusia yang memiliki modal dasar akademislah yang akan menjadi pemenang  peperangan tersebut dan akan menjadi penentu arah perkembangan dunia dalam bentuk nilai-nilai peradaban.<\/p>\n<p>Sekarang ini kita harus mengakui bahwa nilai-nilai peradaban yangb tidak Islami menguasai dan mengatasi nilai-nilai peradaban lain, termasuk ajaran Islam. Bagi kita umat Islam, nilai peradaban yang paling tinggi, paling baik dan satu-satunya yang benar adalah ajaran agama Islam. Namun pertanyaannya \u2018mengapa umat Islam tidak menjadi penguasa dan penentu arah perkembangan dunia sesuai obsesi dan ambisi mereka yang berdasarkan ajaran Islam ?\u2019. Yang lebih ironis lagi \u2018mengapa umat Islam mengalami kekalahan dimana-mana ?\u2019.<\/p>\n<p>Persoalannya tidak terletak pada ajaran agama Islamnya tapi pada umat Islamnya. Umat Islam tidak mampu mengekspresikan dan mengaktualisasikan ajaran Islam dengan baik dan benar, padahal aktualisasi sebuah konsep adalah proses lanjutan dari internalisasi dan kristalisasi konsep tersebut. Sedangkan internalisasi dan kristalisasi adalah proses pendidikan dan upaya penguasaan-penguatan secara intelektual akademis. Pada proses pendidikan inilah letak persoalan sekaligus kelemahan umat Islam. Minimal, problem besar yang dihadapi pendidikan Islam adalah sikap apriori dan menganggap tidak penting fungsi dan manfaat \u2018Ilmu Umum\u2019 bagi perkembangan \u2018Ilmu Agama\u2019. Secara umum hal ini mengakibatkan pendidikan Islam sulit berkembang secara optimal dan mendapat simpati umat Islam pada umumnya, bahkan terkesan pendidikan Islam baru bersikap defensiv, dalam arti baru mampu mempertahankan pendidikan \u2018Ilmu Agama\u2019 dari serangan pendidikan \u2018Ilmu Umum\u2019 sehingga terkesan ajaran Islam tidak aplikatif bahkan dianggap sebuah utopia.<\/p>\n<p>Sebenarnya sikap defensiv pendidikan Islam pada satu sisi dirasakan sudah tepat, namun lebih baiknyalah bila sikap apriori terhadap ilmu umum tidak dikembang lebih lanjut sehingga pendidikan Islam menghasilkan output lulusan yang kuat Imtaqnya sebagai karakteristik utama dirinya, dan luas wawasan Ipteknya sebagai penunjang gerak aktivitasnya di masyarakat. Dan hal itu bisa terwujud jika pendidikan Islam mengembangkan konsep sinergitas proses pendidikan \u2018Ilmu Agama\u2019 dan \u2018Ilmu Umum\u2019 dalam pendidikan Islam menjadi hal yang sulit ditawar-tawar lagi untuk diselenggaarakan. Dan sekarang ini lembaga pendidikan Islam sebaiknya memiliki tanggungjawab yang proporsional dalam menyikapi perkembangan \u2018Ilmu Agama\u2019 dan \u2018Ilmu Umum\u2019 tersebut.<\/p>\n<p>Oleh karena itu dengan kemampuan terbatas, Pesantren Persatuan Islam 138 Cikijing merasa bertanggunjawab dan terpanggil untuk mengembangkan model pendidikan tersebut.<\/p>\n<p>Semoga Allah swt meridoi keputusan ini dan melimpahkan hidayah-Nya untuk kemajuan Pesantren Persatuan Islam 138 Cikijing. Amin.<\/p>\n<p>BAB 1<br \/>\nWAJAH DAN WIJHAH<\/p>\n<p>PASAL 1<br \/>\nDASAR FILOSOFI DAN SOSIOLOGI PENDIDIKAN<\/p>\n<p>1.\tYang dimaksud dengan pilosofi pendidikan Islam adalah nilai dasar, ideologi atau ajaran tertentu yang menjadi kerangka dasar berpikir konseptual dan bergerak secara teknis-operasional dalam penyelenggaraan dan pengembangan suatu institusi pendidikan.<br \/>\n2.\tFilosofi pendidikan sangat penting untuk dirumuskan oleh sebuah institusi pendidikan untuk mempertegas identitas agar terlihat perbedaan yang signifikan dari institusi pendidikan lainnya dan memperjelas tujuan, arah dan targetnya untuk para lulusannya. Dasar filosofi Pendidikan Islam tentunya Ajaran Islam itu sendiri yang sumber utamanya adalah Al Qur an dan Al Sunnah.<br \/>\n3.\tPaham Al Qur an dan Al Sunnah adalah dasar Filosofi Pendidikan bagi Pesantren Persatuan Islam, yang bersifat khusus sebagai identitas tersendiri.<br \/>\n4.\tSedangkan sosiologi pendidikan adalah dinamika situasional, kontekstual dan temporal dalam skala lokal maupun global yang berkembang di tengah-tengah masyarakat yang menjadi bahan pertimbangan strategis dalam mendukung terwujudnya tujuan pendidikan <\/p>\n<p>PASAL 2<br \/>\nVISI DAN MISI<\/p>\n<p>1.\tVisi Pesantren Persis adalah \u201cTerwujudnya manusia sebagai Khalifah Allah di muka bumi\u201d<br \/>\n2.\tMisi Pesantren Persis 138<br \/>\na.\tPemanusiaan Insan Ulul Albab selaku Muslim Kaffah yang Tafaquh Fiddin<br \/>\nb.\tMembina akhlaqul karimah<br \/>\nc.\tMemahami dan mengamalkan ajaran Islam dengan baik dan benar sesuai dengan Al Qur an dan Al Sunnah<br \/>\nd.\tMenguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi<br \/>\ne.\tMengembangkan minat dan bakat<\/p>\n<p>PASAL 3<br \/>\nTUJUAN PENDIDIKAN<\/p>\n<p>1.\tTujuan dasar pendidikan Islam adalah mewujudkan pribadi muslim yang mengetahui, menyadari, memahami dan meyakini tempat atau posisinya sebagai makhluq, hamba dan kahlifah, serta mengetahui, memahami, menyadari dan meyakini tempat atau posisi Allah sebagai Kholiq dan Rabb Ma\u2019bud.<br \/>\n2.\tTujuan Pendidikan Pesantren Persatuan Islam 138 Cikijing adalah \u2018mewujudkan kepribadian muslim yang taqwa dan tafaquh fiddin sesuai dengan jenjang satuan pendidikan yang diselesaikannya. Danmenghendaki output alumni Pesantren Persatuan Islam akan mampu mengembangkan diri menjadi :<br \/>\na)\tUlama<br \/>\nYaitu sosok yang memiliki kedalaman dan keluasan Ilmu Agama serta sikap yang arif, istiqomah dan peka sosial.<br \/>\nb)\tZu\u2019ama<br \/>\nYaitu sosok pejabat atau pemimpin muslim yang memiliki kepribadian atau stabilitas emosi yang kuat, jujur, amanah, qona\u2019ah, pintar, berwibawa, berakhlaq mulia dan sangat peduli terhadap kemajuan Islam dan umatnya.<br \/>\nc)\tHawariyun Islam<br \/>\nYaitu sosok pembela dan mujahid yang siap mencurahkan pikiran, waktu, harta, tenaga bahkan jiwa untuk menegakkan Agama Allah. Sosok ini adalah pribadi yang pasti memiliki kekuatan iman, ilmu dan fisik.<br \/>\nd)\tMuballigh dan Da\u2019i<br \/>\nYaitu sosok yang memiliki komitmen melakukan perubahan kondisi masyarakat sekitarnya yang tidak Islami menjadi lebih Islami, secara sadar, sistematis, dan terkoordinir dengan baik. Kekuatan iman, ilmu, akhlaq, ibadah dan fisik adalah modal besar yang harus dimiliki sosok seperti ini.<br \/>\ne)\tAsatidzah dan Guru<br \/>\nYaitu sosok yang memiliki kepedulian yang tinggi untuk dapat mengayomi masyarakat dan secara spesifik mendidik dan membina generasi muda menjadi generasi rabbany yang akan dapat meneruskan estafet perjuangan menegakkan Agama Allah.<br \/>\nf)\tTeladan yang baik<br \/>\nYaitu sosok yang berusaha untuk bersikap, berperilaku dan berbuat yang benar, baik dan terhormat, sehingga ia akan menjadi panutan masyarakat yang akan sangat membantunya dalam mengembangkan misi penegakkan Syari\u2019at Islam.<\/p>\n<p>PASAL 4<br \/>\nTUJUAN ISNTITUSIONAL<\/p>\n<p>1.\tTujuan Institusional Umum<br \/>\na.\tSantri memiliki kepribadian yang kuat dan emosi yang stabil.<br \/>\nb.\tSantri memiliki sikap mandiri, bertanggungjawab, didiplin, rajin dan rapi.<br \/>\nc.\tSantri memiliki dasar-dasar pengetahuan tentang keorganisasian dan kepemimpinan.<br \/>\nd.\tSantri mampu melaksanakan ibadah sehari-hari dengan baik dan benar sesuai dengan tingkatannya.<br \/>\ne.\tSantri mampu bermasyarakat dan bersosialisasi dengan menunjukkan aqidah Islamiyah dan akhlaqul karimah dengan baik dan benar.<br \/>\nf.\tSantri mulai mampu membaca tulisan arab gundul.<br \/>\ng.\tSantri mulai mampu menterjemahkan bahasa arab ke dalam bahasa indonesia atau sebaiknya dengan baik dan benar.<br \/>\nh.\tSantri mampu mengimla tulisan arab dengan baik dan benar.<br \/>\ni.\tSantri mampu berpikir secara kritis dan teratur sesuai tingkatannya.<br \/>\nj.\tSantri menguasai dasar-dasar metode belajar.<br \/>\nk.\tSantri menguasai dasar-dasar ilmu agama Islam sehingga mampu melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi.<br \/>\nl.\tSantri mulai mampu menjelaskan ajaran Agama Islam.<br \/>\nm.\tSantri mampu berkomunikasi secara lisan dan tulisan dengan baik dan benar.<br \/>\nn.\tSantri siap mental terjun ke dunia kerja.<br \/>\no.\tSantri memiliki tubuh sehat.<\/p>\n<p>2.\tTujuan Institusional Khusus<br \/>\na.\tSantri memiliki  pemahaman dan pengetahuan yang benar menurut Al Qur an dan Al Sunnah tentang ajarn Islam.<br \/>\nb.\tSantri memiliki  pemahaman dan pengetahuan yang benar menurut Al Qur an dan Al Sunnah tentang ajaran akhlaq Islam.<br \/>\nc.\tSantri memiliki  pemahaman dan pengetahuan yang benar tentang kandungan beberapa ayat Al Qur an.<br \/>\nd.\tSantri memiliki  pemahaman dan pengetahuan yang benar tentang kandungan beberapa hadits Nabi saw dan ilmu-ilmu yang bersangkutan dengannya.<br \/>\ne.\tSantri memiliki  pemahaman dan pengetahuan yang benar tentang tarikh Islam.<br \/>\nf.\tSantri mampu menggunakan beberapa kata berbahasa arab dalam berkomunikasi.<br \/>\ng.\tSantri memiliki  pemahaman dan pengetahuan yang benar tentang beberapa persoalan  dalam PPKn.<br \/>\nh.\tSantri memiliki  pemahaman dan pengetahuan tentang beberapa konsep matematika sebagai bahan dasar untuk bisa berpikir ilmiah, sistematis dan metodologis<br \/>\ni.\tSantri memiliki  pemahaman dan pengetahuan tentang beberapa konsep dan prinsip dasar bahasa Indonesia sehingga mampu berkomunikasi dengan baik dan mampu menuangkan fikiran atau gagasan dalam bentuk lisan atau tulisan.<br \/>\nj.\tSantri memiliki  pemahaman dan pengetahuan tentang beberapa konsep bahasa sunda sehingga mampu berkomunikasi dengan baik dan mampu menuangkan fikiran atau gagasan dalam bentuk lisan.<br \/>\nk.\tSantri memiliki  pemahaman dan pengetahuan tentang beberapa kata, konsep dan prinsip dasar bahasa inggris sehingga mampu menghadapi persoalan-persoalan yang berkaitan dengannya.<br \/>\nl.\tSantri memiliki dasar-dasar pemahaman dan pengetahuan tentang Ilmu Pengetahuan Alam.<br \/>\nm.\tSantri memiliki dasar-dasar pemahaman dan pengetahuan tentang Ilmu Pengetahuan  Sosial.<br \/>\nn.\tSantri menguasai satu cabang olah raga.<br \/>\no.\tSantri menguasai satu bidang pekerjaan.<br \/>\np.\tSantri memiliki dasar-dasar pemahaman dan pengetahuan tentang keorganisasian dan kepemimpinan.<br \/>\nq.\tSantri memiliki dasar-dasar pemahaman dan pengetahuan tentang perkembangan pribadinya.<\/p>\n<p>BAB 2<\/p>\n<p>PASAL 5<br \/>\nKURIKULUM<\/p>\n<p>1.\tKurikulum Pesantren Persatuan Islam 138 Cikijing adalah hasil perpaduan kurikulum yang ditetapkan oleh Bidgar Dikdasmen PP Persis dan kurikulum Negeri dan Depag, kemudian dikembangkan sedemikian rupa. Prioritas kurikulum yang dikembangkan berdasarkan programnya secara berurutan sebagai berikut :<\/p>\n<p>a.\tProgram Kepesantrenan<br \/>\nb.\tProgram Mata Pelajaran Umum<br \/>\nc.\tProgram pengenalan dan pengembangan potensi santri<\/p>\n<p>2.\tkurikulum dibagi kepada dua bagian besar yaitu Intrakurikuler dan Ekstrakurikuler.Program Intrakurikuler berisi mata pelajaran kepesantrenan dan negeri yang ditentukan alokasi jam pelajarannya dalam satu pekan sehingga masuk dalam jadwal pelajaran sekolah, sedangkan ekstrakurikuler berisi mata pelajaran untuk program pengenalan dan pengembangan potensi santri.<br \/>\n3.\tKurikulum Pesantren Persis 138 Cikijing dijabarkan dalam struktur Kurikulum Pesantren Persatuan Islam 138 Cikijing. <\/p>\n<p>Pasal 6<br \/>\nTARGET KEMAMPUAN DASAR SANTRI<\/p>\n<p>a.\tTingkat Tsanawiyah<br \/>\n1.\tKelas VII<br \/>\n1.1.\tSantri mampu membaca dan menulis Al Qur an atau bahasa arab dengan baik dan benar.<br \/>\n1.2.\tSantri hapal Al Qur an minimal 1 juz.<br \/>\n1.3.\tSantri mampu berpidato dalam bahasa indonesia.<br \/>\n1.4.\tSantri mampu berkomunikasi 50% berbahasa arab dan bahasa inggris sesuai jadwal kebahasaan.<br \/>\n1.5.\tSantri mampu menulis karangan minimal dalam bentuk cerita. <\/p>\n<p>2.\tKelas VIII<br \/>\n2.1.\tSantri mampu menulis arab dengan metode imla atau dikte.<br \/>\n2.2.\tSantri hapal Al Qur an minimal 2 juz.<br \/>\n2.3.\tSantri mampu berkomunikasi 75% berbahasa arab dan bahasa inggris sesuai jadwal kebahasaan.<br \/>\n2.4.\tSantri mampu berpidato dalam bahasa arab dan bahasa inggris.<br \/>\n2.5.\tSantri mampu menulis karangan yang berkenaan dengan materi pidatonya dalam bahasa indonesia.<\/p>\n<p>3.\tKelas IX<br \/>\n3.1.\tSantri mampu membaca tulisan arab gundul dan menterjemahkannya.<br \/>\n3.2.\tSantri mampu menulis karangan yang bersifat ilmiah.<br \/>\n3.3.\tSantri hapal Al Qur an minimal 3 juz.<br \/>\n3.4.\tSantri mampu berkomunikasi 100% berbahasa arab dan bahasa inggris sesuai jadwal kebahasaan.<br \/>\n3.5.\tSantri mampu berpidato bahasa arab dan inggris.<\/p>\n<p>BAB III<br \/>\nPASAL 7<br \/>\nSTRUKTUR ORGANISASI PENYELENGARA <\/p>\n<p>A.\tPenyelenggara<br \/>\n1.\tPenanggungjawab umum adalah Ketua Pimpinan Cabang Persatuan Islam (Persis) Cikijing.<br \/>\n2.\tPelaksana dan supervisor adalah Bidgar Pendidikan Pimpinan Cabang Persatuan Islam (Persis) Cikijing.<\/p>\n<p>PASAL 8<br \/>\nSTRUKTUR ORGANISASI PENGELOLA<br \/>\n1.\tMudir Am<br \/>\n2.\tMudir Tsanawiyah<br \/>\n3.\tMudir Diniyah<br \/>\n4.\tPembantu Mudir<br \/>\na.\tBidang Kurikulum dan BP<br \/>\nb.\tBidang keasramaan<br \/>\nc.\tBidang Sarana Prasarana<br \/>\nd.\tBidang Humas<br \/>\ne.\tBidang Kesantrian<br \/>\nf.\tKepala TU<br \/>\nPASAL  9<br \/>\nFUNGSI DAN TUGAS LEMBAGA PENYELENGARA <\/p>\n<p>1.\tPimpinan Cabang Persis Cikijing<br \/>\na.\tMenyusun Konsep Pendidikan Pesantren Persatuan Islam 138 Cikijing.<br \/>\nb.\tMengatur konsep manajerial dan administrasi Pendidikan Pesantren Persatuan Islam 138 Cikijing.<br \/>\nc.\tMengusulkan pejabat Mudir Am dan para mudir jenjang ke Pimpinan Pusat Persis dan mengesahkan tenaga kependidikan lainnya.<br \/>\nd.\tMembiayai penyelenggaraan Pendidikan Pesantren Persatuan Islam 138 Cikijing.<br \/>\ne.\tMengesahkan dan menyediakan sarana dan prasarana Pendidikan Pesantren Persatuan Islam 138 Cikijing.<br \/>\nf.\tMelakukan pembinaan penyelenggaraan Pendidikan Pesantren Persatuan Islam 138 Cikijing.<br \/>\ng.\tMelakukan observasi dan evaluasi terhadap pemyelenggaraan Pendidikan Pesantren Persatuan Islam 138 Cikijing.<\/p>\n<p>2.\tBidgar Pendidikan PC Persis Cikijing<br \/>\nPada dasarnya Bidgar Pendidikan PC Persis Cikijing adalah observator, kepanjangan tangan PC Persis Cikijing dan pemberi arahan kepada Mudir Am. Tugas-tugasnya adalah :<\/p>\n<p>a.\tBertanggungjawab atas terselenggaranya Pendidikan Pesantren Persatuan Islam 138 Cikijing dengan baik dan lancar.<br \/>\nb.\tMengawasi secara berkala terselanggaranya Pendidikan Pesantren Persatuan Islam 138 Cikijing.<br \/>\nc.\tMengevaluasi secara berkala terselenggaranya Pendidikan Pesantren Persatuan Islam 138 Cikijing.<br \/>\nd.\tMembantu Mudir Am dalam menyelesaikan masalah yang berkembang di Pesantren Persatuan Islam 138 Cikijing.<br \/>\ne.\tMemberikan arahan-arahan kepada Mudir Am.<\/p>\n<p>3.\tPesantren Persis 138 Cikijing<br \/>\nPesantren Persatuan Islam 138 Cikijing secara struktural berfungsi sebagai pelayan penyelenggara pendidikan yang baik, lancar, terarah dan terpadu kepada peserta didik.<\/p>\n<p>PASAL 10<br \/>\nFUNGSI  LEMBAGA PENGELOLA<br \/>\n1.\tMudir Am<br \/>\nfungsi Mudir Am memiliki tanggungjawab dan wewenang sebagai konseptual secara umum mengenai  kebijakan-kebijakan program kepesantrenan dan mempunyai tugas mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan program kepesantrenan pada masing-masing jenjang pendidikan.<br \/>\n2.\tMudir Jenjang (Tsanawiyah dan Diniyah)<br \/>\nSedangkan para mudir jenjang memiliki wewenang dan tanggungjawab di bawah mudir am serta mengerjakan masalah-masalah teknis operasional masing-masing jenjang pendidikan serta mengawasi dan mengevaluasi kinerja para tenaga pengajar dan tenaga kependidikan di masing-masing jenjang baik tsanawiyah maupun diniyah. <\/p>\n<p>PASAL 10<br \/>\nPEMBAGIAN TUGAS LEMBAGA PENGELOLA <\/p>\n<p>1.\tMudir Am<br \/>\n\tmudir am berfungsi sebagai edukator, konseptor, koordinator kerja mudir-mudir jenjang, manajer, administrator dan supervisor. Serdangkan tugas pokoknya adalah menyusun dan melaksanakan program kerja, mengarahkan, membina, memimpin, mengawasi serta mengkoordinasikan pelaksanaan tugas di bidang administrasi dan keuangan pesantren, ketenagaan, kesantrian, sarana dan prasarana, pencapaian kurikulum, kerjasama dengan masyarakat\/institusi serta mempromosikan tamatan pesantren.<\/p>\n<p>a.\tUraian Tugas<br \/>\n1)\tMerencanakan Program Kerja Tahunan dan RAPBP.<br \/>\n2)\tMemelihara dan mengembangkan organisasi dan manajemen pesantren.<br \/>\n3)\tMerencanakan dan membina pengembangan profesi, karir guru dan staf.<br \/>\n4)\tMemonitor dan mengevaluasi kegiatan program kerja pesantren.<br \/>\n5)\tMembuat DP3 guru dan staf.<br \/>\n6)\tMembina penyelenggaraan administrasi pesantren di bidang keuangan, ketenagaan, kesiswaan, perlengkapan dan kurikulum.<br \/>\n7)\tMembina dan mengawasi pengelolaan, penyesuaian dan pelaksanaan kurikulum.<br \/>\n8)\tMembina dan mengawasi kegiatan KBM, tes formatif, EBTA, UNAS dan lain-lain.<br \/>\n9)\tMelaksanakan bimbingan minimal untuk 40 orang santri.<br \/>\n10)\tMerencanakan pengembangan sarana prasarana pesantren.<br \/>\n11)\tMembina dan melaksanakan pemeliharaan dan perbaikan sarana dan prasarana pesantren.<br \/>\n12)\tMengatur dan mengelola penggunaan keuangan pesantren.<br \/>\n13)\tMerencanakan dan mengawasi pelaksanaan penerimaan santri baru.<br \/>\n14)\tMembina kesantrian.<br \/>\n15)\tMembina pelaksanaan bimbingan karir.<br \/>\n16)\tMembina kegiatan penelusuran lullusan\/tamatan.<br \/>\n17)\tMembentuk dan memlihara hubungan baik dengan majlis pesantren.<br \/>\n18)\tMembina kegiatan kerjasama pesantren dengan masyarakat dan institusi lain.<br \/>\n19)\tMembina dsan mengawasi pelaksanaan unit produksi dan koperasi pesantren.<br \/>\n20)\tMembina pengarahan kelanjutan pendidikan untuk santri.<br \/>\n21)\tMempromosikan\/memasarkan tamatan pesantren.<br \/>\n22)\tMembina pelaksanaan 5K.<br \/>\n23)\tMembuat laporan berkala dan insidentil.<\/p>\n<p>b.\tWewenang<br \/>\n1)\tMengoreksi dan merevisi program kerja staf.<br \/>\n2)\tMelakukan pengawasan\/supervisi tugas guru dan staf.<br \/>\n3)\tMenandatangani surat-surat, berkas-berkas, dokumen-dokumen sekolah, raport, STTB dan perjanjian kerjasama dengan pihak manapun yang relevan.<br \/>\n4)\tMengelola keuangan pesantren.<br \/>\n5)\tMelakukan penyesuaian kurikulum yang kemudian disahkan menurut ketentuan yang berlaku.<br \/>\n6)\tMempromosikan guru dan staf serta pengusulan menjadi guru teladan.<br \/>\n7)\tMenerima, memindahkan dan mengeluarkan santri.<br \/>\n8)\tMencari dana dan sponsor untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.<br \/>\n9)\tMembuat dan menandatangani DP3.<br \/>\n10)\tMemberikan sanksi terhadap guru dan staf yang melanggar tata tertib pegawai.<br \/>\n11)\tMenentukan dan mengusulkan santri yang berhak memperoleh beasiswa.<\/p>\n<p>c.\tTanggungjawab<br \/>\n1)\tTercapainya visi misi dan tujuan pesantren.<br \/>\n2)\tAdanya administrasi pesantren yang tertib dan baik.<br \/>\n3)\tKebenaran dan kelengkapan data guru, santri dan proses KBM.<br \/>\n4)\tKebenaran pelaksanaan kurikulum.<br \/>\n5)\tTerpeliharanya hubungan kerjasama yang baik dengan masyarakat atau institusi lain.<br \/>\n6)\tTerlaksananya iklim kerja yang sehat dan kompetitif.<br \/>\n7)\tKebenaran penggunaan sarana pendidikan.<br \/>\n8)\tKebenaran laporan-laporan.<br \/>\n9)\tTerbinanya hubungan kerja dengan majlis pesantren.<br \/>\n10)\tTersedianya dana operasional pesantren.<\/p>\n<p>d.\tHasil Kerja<br \/>\n1)\tAdanya Program Kerja Tahunan dan RAPBP.<br \/>\n2)\tTerselenggaranya administrasi pesantren yang tertib dan baik.<br \/>\n3)\tAdanya kerkjasama dengan institusi\/masyarakat atau lembaga lainnya.<br \/>\n4)\tTerpeliharanya sarana dan prasarana pesantren.<br \/>\n5)\tAdanya program pengembangan staf.<br \/>\n6)\tTerlaksananya KBM, sistem monitoring dan evaluasi yang  baik.<br \/>\n7)\tAdanya majlis pesantren yang operasional.<br \/>\n8)\tTerciptanya situasi kerja yang sehat dan kompetitif.<br \/>\n9)\tTerlaksananya unit produksi dan koperasi pesantren yang profesional.<br \/>\n10)\tTerlaksananya bimbingan ke arah pengembangan karir santri.<br \/>\n11)\tTingginya daya serap tamatan oleh masyarakat.<br \/>\n12)\tTerlaksananya penelusuran tamatan.<br \/>\n13)\tTamatan pesantren yang bermutu dan relevan.<br \/>\n14)\tTersedianya bahan ajar sesuai tuntutan kurikulum yang berlaku.<br \/>\n15)\tTerciptanya target kurikulum.<\/p>\n<p>1.\tMudir Jenjang<br \/>\na.\tRumusan kerja<br \/>\nMembantu mudir am dalam pengembangan dan pelaksanaan kurikulum kegiatan belajar mengajar, serta melaksanakan tugas mengajar dan meningkatkan profesionalisme guru dalam lingkungan jenjangnya.<\/p>\n<p>b.\tUraian Tugas<br \/>\n1)\tMenyusun program kerja jenjang bersangkutan (mingguan, bulanan, semesteran dan tahunan).<br \/>\n2)\tMendalami, menganalisis dan mengembangkan kurikulum sesuai lingkup jenjangnya.<br \/>\n3)\tMengkoordinir tugas guru dalam lingkungan jenjangnya.<br \/>\n4)\tMengkoordinir tugas pokja dalam mengoreksi serta mengembangkan kurikulum sesuai dengan lingkup jenjangnya.<br \/>\n5)\tMengevaluasi hasil analisa kurikulum dari masing-masing guru sesuai dengan tugasnya.<br \/>\n6)\tMengkoordinir penggunaan ruang belajar\/kegiatan lainnya.<br \/>\n7)\tMembantu mudir am dalam meningkatkan profesi guru sesuai dengan lingkup jenjangnya.<br \/>\n8)\tMengatur urusan administrasi yang meliputi catatan kewajiban santri, data guru, inventaris sekolah dalam lingkungan jenjangnya.<br \/>\n9)\tMembantu pelaksanaan bimbingan dalam lingkup jenjangnya.<br \/>\n10)\tMembantu melaksanakan dan memelihara hubungan dengan masyarakat atau lembaga lainnya.<br \/>\n11)\tSupervisi dan evaluasi kegiatan belajar mengajar dan tugas lain dalam lingkup jenjangnya.<br \/>\n12)\tMembuat laporan berkala dan insidentil.<br \/>\n13)\tMempromosikan dan menelusuri tamatan.<br \/>\n14)\tMembantu pelaksanaan 5K di lingkungan jenjangnya.<\/p>\n<p>c.\tWewenang<br \/>\n1)\tMewaikili mudir am jika tidak hadir\/berhalangan.<br \/>\n2)\tMenyusun daftar tugas guru sesuai dengan lingkup jenjangnya.<br \/>\n3)\tMengembangkan kurikulum sesuai dengan lingkup jenjangnya.<br \/>\n4)\tMengatur penggunaan ruang praktek.<br \/>\n5)\tMembuat daftar kolom program peningkatan profesi guru sesuai dengan lingkup jenjangnya.<br \/>\n6)\tMembantu kelancaran pelaksanaan KBM.<br \/>\n7)\tMengatasi urusan administrasi sesuai lingkup jenjangnya.<br \/>\n8)\tMembantu memecahkan masalah yang berhubungan dengan lingkup jenjangnya.<\/p>\n<p>d.\tTanggungjawab<br \/>\n1)\tBertanggungjawab terhadap pelaksanaan program di lingkungan jenjangnya.<br \/>\n2)\tBertanggungjawab atas terciptanya iklim kerja sehubungan dengan lingkup jenjangnya.<\/p>\n<p>e.\tHasil Kerja<br \/>\n1)\tAdanya program kerja mingguan, bulanan, semesteran dan tahunan.<br \/>\n2)\tAdanya kurikulum hasil pengembangan.<br \/>\n3)\tAdanya daftar tugas guru sesuai lingkup jenjangnya.<br \/>\n4)\tAdanya hasil analisa kurikulum dari masing-masing guru pokja yang dikoordinir dalam lingkungan jenjangnya.<br \/>\n5)\tAdanya hasil analisa dan pengembangan kurikulum yang baik.<br \/>\n6)\tAdanya jadwal penggunaan ruangan.<br \/>\n7)\tAdanya laporan pengembangan belajar atau prestasi santri.<br \/>\n8)\tDaftar tentang inventarisasi kemajuan kelas sesuai dengan lingkup jenjangnya.<br \/>\n9)\tTercapainya kemajuan kelas dengan bidang studinya.<br \/>\n10)\tAdanya daftar tatap muka dan nilai siswa sesuai dengan bidang studinya.<br \/>\n11)\tAdanya bantuan kepada mudir am terutama bidang humas dan BP.<br \/>\n12)\tAdanya bantuan pelaksanaan bimbingan santri sehingga santri mencintai pesantren.<br \/>\n13)\tAdanya hasil supervisi kegiatan belajar mengajar dan tugas lain dalam lingkup jurusannya.<br \/>\n14)\tAdanya daftar hasil penelusuran tamatan\/lulusan.<\/p>\n<p>2.\tPermbantu mudir bidang kurikulum dan BP<br \/>\na.\tRumusan umum tugas dan fungsi<br \/>\nMembantu mudir am dalam pelaksanaan tugas kurikuler serta membantu dalam penyusunan, pelaksanaan rencana dan program kerja bimbingan penyuluhan bagi santri di pesantren.<\/p>\n<p>b.\tUraian Tugas<br \/>\n1)\tMenyusun program kerja tahunan<br \/>\n2)\tMemngkoordinir pemasyarakatan dan pengembangan kurikulum<br \/>\n3)\tMenyusun program pengajaran mingguan, bulanan, semesteran dan tahunan.<br \/>\n4)\tMengkordinir kegiatan belajar mengajar termasuk pembagian tugas guru, jadwal pelajaran, evaluasi belajar dan sebagainya.<br \/>\n5)\tMenganalisis ketercapaian target kurikulum dan daya serap.<br \/>\n6)\tMengkoordinasikan persiapan dan pelaksanaan UNAS dan sebagainya.<br \/>\n7)\tMenyusun kriteria kenaikan kelas dan persyaratan kelulusan bersama mudir jenjang dan mudir am.<br \/>\n8)\tMengarahkan penyusunan satpel.<br \/>\n9)\tMengkoordinir kegiatan penyesuaian kurikulum bersama pembantu mudir am bidang humas, mudir jenjang dan mudir am.<br \/>\n10)\tMenyusun laporan berkala dan insidentil tentang kegiatan kurikuler bersama pembantu mudir bidang kesantrian.<br \/>\n11)\tMengkoordinir kegiatan penerimaan santri baru dan MOS bersama pembantu mudir bidang kesantrian.<br \/>\n12)\tMengkoordinir wali kelas dan BP.<br \/>\n13)\tMengkoordinir pelaksanaan pokja kurikulum pesantren.<br \/>\n14)\tMengkoordinir penulisan dan pengembangan bahan ajar.<br \/>\n15)\tMendokumentasikan kurikulum, penyesuaian kurikulum dan bahan ajar yang telah berlaku.<br \/>\n16)\tMewakili pesantren dalam kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan pengembangan kurikulum.<br \/>\n17)\tMenyusun program kerja BP untuk satu tahun dan melaksanakannya.<br \/>\n18)\tMemberikan penjelasan kepada calon santri dan orangtuanya tentang kurikulum, keunggulannya dan kemampuan tamatan.<br \/>\n19)\tMengkoordinasikan pelaksanaan program BP.<br \/>\n20)\tMengkoordinasikan pengumpulan data dalam kegiatan BP.<br \/>\n21)\tMelaksanakan bimbingan kepada santri secara pribadi atau kelompok yang berkaitan dengan hambatan hidup, latar belakang sosial, pengaruh lingkungan, kesukaran dan lain sebagainya.<br \/>\n22)\tMemberikan layanan konseling kepada santri.<br \/>\n23)\tMengembangkan potensi santri sesuai dengan minat dan bakatnya.<br \/>\n24)\tMemberikan informasi dan wawasan tentang karir kepada santri.<br \/>\n25)\tMemberikan dorongan kepada santri secara klasikal maupun individual untuk mencintai tugasnya kelak, melalui kunjungan, ceramah guru tamu dan sebagainya.<br \/>\n26)\tMengadakan kunjungan kepada orangtua santri (home visit) bagi santri yang mempunyai masalah ataupun bagi santri yang berprestasi.<br \/>\n27)\tIkut mempromosikan tamatan kepada masyarakat dan penelusuran tamatan.<br \/>\n28)\tMembuat peta dakwah\/pengajian yang bekerjasama dengan mudir jenjang.<br \/>\n29)\tMerujuk kasus yang tidak dapat diatasi kepadsa petugas yang ahli.<br \/>\n30)\tMengevaluasi program kegiatan BP secara keseluruhan.<\/p>\n<p>c.\tWewenang<br \/>\n1)\tMewakili mudir dalam masalah kurikulum dan BP apabila mudir berhalangan.<br \/>\n2)\tMenyusun jadwal pelajaran.<br \/>\n3)\tMemberikan data guru dan data santri kepada mudir am.<br \/>\n4)\tMengkoordinir keseluruhan kegiatan pengajaran bersama mudir jenjang.<br \/>\n5)\tMengkoordinir keseluruhan kegiatan pokja kurikulum di pesantren.<br \/>\n6)\tMenyusun program kerja BP.<br \/>\n7)\tMenciptakan hubungan kerja guru BP, wali kelas, guru bidang studi dan orangtua santri.<br \/>\n8)\tMenyiapkan buku pribadi (biodata).<br \/>\n9)\tMenyediakan lembar angket.<br \/>\n10)\tMenjelaskan kepada orangtua santri tentang santri yang bermasalah.<br \/>\n11)\tMembina santri bermasalah.<\/p>\n<p>d.\tTanggungjawab<br \/>\n1)\tMelaksanakan tugas harian.<br \/>\n2)\tMelaksanakan tugas tertentu sesuai dengan surat tugas dari mudir am.<br \/>\n3)\tBertanggungjawab atas terlaksananya kegiatan pesantren pada saat mudir am dan mudir jenjang tidak ada di tempat.<br \/>\n4)\tTerlaksananya KBM sesuai dengan jadwal.<br \/>\n5)\tSantri memahami pribadinya\/menerima dirinya apa adanya.<br \/>\n6)\tSantri mengetahui arah karir sesuai dengan bakat dan program studi.<br \/>\n7)\tMempromosikan tamatan kepada masyarakat. <\/p>\n<p>e.\tHasil Kerja<br \/>\n1)\tTerlaksananya KBM dan MOS bagi santri baru.<br \/>\n2)\tAdanya perangkat pelaksanaan KBM.<br \/>\n3)\tTerlaksananya pembuatan satpel dan program pengajaran (semester\/tahun).<br \/>\n4)\tAdanya kalender pendidikan.<br \/>\n5)\tTerlaksananya KBM sesuai jadwal.<br \/>\n6)\tTerlaksananya pelaksanaan evaluasi belajar semester, kenaikan kelas, EBTA\/UNAS dan lain-lain.<br \/>\n7)\tAdanya kriteria kenaikan kelas dan persyaratan kelulusan.<br \/>\n8)\tTerlaksananya pembuatan target kurikulum dan daya serap.<br \/>\n9)\tTerbentuknya pokja kurikulum dan terselenggaranya kegiatan pokja kurikulum.<br \/>\n10)\tTersedianya bahan ajar yang refresentatif.<br \/>\n11)\tAdanya program kerja BP.<br \/>\n12)\tTersedianya daftar santri sesuai dengan minat dan bakatnya.<br \/>\n13)\tAdanya buku pribadi (biodata) santri.<br \/>\n14)\tAdanya buku catatan santri bermasalah sampai dengan penyelesaiannya.<br \/>\n15)\tAdanya buku daftar kunjungan untuk santri bermasalah.<br \/>\n16)\tAdanya majlis pesantren yang operasional.<br \/>\n17)\tTersedianya daftar alumni yang sudah memiliki kiprah di masyarakat.<br \/>\n18)\tAdanya informasi tentang kondisi umat Islam dimana saja berada.<br \/>\n1.\tTerwujudnya laporan kepada mudir am.<\/p>\n<p>3.\tPembantu mudir bidang sarana prasarana dan humas<br \/>\na.\tRumusan umum tugas dan fungsi<br \/>\nMembantu mudir am dalam menyusun program kerja, pemanfaatan, pemeliharaan dan perawatan sarana dana prasarana serta mengkoordinir pelaksanaan pengadaan inventasrisasi, pemeilharaan, perbaikan, pengawasan penggunaan air.<\/p>\n<p>b.\tUraian Tugas<br \/>\n1)\tMenyusun program kerja pemeliharaan dan perawatan sarana dan prasarana (bulanan, semesteran dan tahunan).<br \/>\n2)\tMengkoordinasikan penyusunan kebutuhan sarana dan prasarana.<br \/>\n3)\tMengkoordinasikan inventarisasi sarana\/prsarana baik per ruangan maupun keseluruhan.<br \/>\n4)\tMengkoordinasikan pengadaan bahan praktek dan perlengkapan pesantren.<br \/>\n5)\tMengkoordinasikan pemeliharaan, perbaikan, pembangunan dan penghapusan sarana.<br \/>\n6)\tMengkoordinir pengawasan penggunaan sarana dan prasarana.<br \/>\n7)\tMengkoordinir evaluasi penggunaan sarana dan prasarana.<br \/>\n8)\tMengkoordinir evaluasi penggunaan sarana dan prasarana (dalam hal efesiensi dan efektifitas).<br \/>\n9)\tMewakili mudir am sesuai dengan kewenangan atau penugasan khusus dari mudir am.<br \/>\n10)\tMerencanakan program kerja hubungan masyarakat (mingguan, bulanan, dan tahunan).<br \/>\n11)\tMengkoordinasikan dengan para mudir jenjang tentang program kerja hubungan masyarakat serta pelaksanaannya.<br \/>\n12)\tMengkoordinasikan pembuatan peta dakwah\/pembinaan pengajian wilayahnya.<br \/>\n13)\tMempromosikan sekolah dan mengkoordinir penelusuran tamatan.<br \/>\n14)\tMelaksanakan reuni khusus untuk alumni yang sudah berperan atau berkiprah di masyarakat dalam rangka pemberian wawasan bagi para santri.<br \/>\n15)\tMengkoordinir \u2018guru tamu\u2019 untuk berceramah\/diskusi di pesantren.<br \/>\n16)\tMengkoordinir pelaksanaan test kemampuan bersama pembantu mudir am bidang kurikulum.<br \/>\n17)\tMenciptakan dan memlihara hubungan baik dengan majlis pesantren.<br \/>\n18)\tMembantu mudir am menyusun RAPBP.<br \/>\n19)\tMembuat laporan berkala dan insidentil.<br \/>\n20)\tMewakili mudir am dalam hal-hal tertentu.<\/p>\n<p>c.\tWewenang<br \/>\n1)\tMengoreksi dan merevisi program kerja bawahan.<br \/>\n2)\tMenghimbau pengguna sarana dan prasarana agar melengkapi daftar inventaris atas persetujuan mudir am.<br \/>\n3)\tMenghapus barang yang sudah tidak layak pakai dari daftar inventaris atas persetujuan mudir am.<br \/>\n4)\tMenolak barang yang dipesan apabila tidak sesuai dengan spesifikasi pemesanan dan penggantian barang lain sesuai dengan kebutuhan pesantren.<br \/>\n5)\tMemutuskan perbaikan barang rusak (jika memerlukan dana).<br \/>\n6)\tMeminta laporan keadaan sarana dan prasarana dari pengguna\/penanggungjawab secara periodik.<br \/>\n7)\tMelakukan pengawasan\/supervisi tugas bawahan.<br \/>\n8)\tMenentukan kontrak kerjasama dengan pihak masyarakat\/institusi lain.<br \/>\n9)\tMengelola keuangan unit produksi.<br \/>\n10)\tMempromosikan unit produksi pesantren.<br \/>\n11)\tMengambil langkah yang tepat.<\/p>\n<p>d.\tTanggungjawab<br \/>\n1)\tBertanggungjawab atas kelengkapan data inventaris sarana dan prasarana pesantren.<br \/>\n2)\tBertanggungjawab atas keadaan sarana dan prasarana pesantren.<br \/>\n3)\tBertanggungjawab atas tugas yang diemban sesuai dengan jabatannya atau tugas khusus yang diberikan.<br \/>\n4)\tPendidikan setiap program studi terlaksana dengan baik.<br \/>\n5)\tTercapainya kerjasama dengan masyarakat\/institusi lain dengan baik.<br \/>\n6)\tMembantu membuat peta dakwah\/pembinaan umat.<br \/>\n7)\tPesantren dikenal oleh masyarakat\/institusi lain.<br \/>\n8)\tMelaksanakan reuni.<br \/>\n9)\tMelaksanakan PBM dengan baik.<br \/>\n10)\tTerselenggaranya uji kemampuan dasar dengan hasil yang memuaskan.<br \/>\n11)\tSarana dan prasarana unit produksi berkembang.<br \/>\n12)\tMemperbaiki sarana dan prasarana unit produksi.<br \/>\n13)\tKarir santri tercapai optimal.<br \/>\n14)\tMemelihara hubungan baik dengan majlis pesantren.<br \/>\n15)\tTerlaksananya unit produksi pesantren dengan baik.<br \/>\n16)\tMembantu mudir am dalam menyusun RAPBP.<br \/>\n17)\tMelaporkan segala kegiatan yang dilaksanakan baik secara berkala maupun insidentil.<br \/>\n18)\tMemahami kurikulum pesantren.<\/p>\n<p>e.\tHasil Kerja<br \/>\n1)\tTersusunnya program kerja, pemanfaatan, pemeliharaan dan perawatan sarana dan prasarana pesantren.<br \/>\n2)\tTersusunnya kebutuhan sarana dan prasarana.<br \/>\n3)\tTerwujudnya daftar inventaris sarana dan prasarana.<br \/>\n4)\tAdanya pengadaan bahan praktek dan perlengkapan pesantren.<br \/>\n5)\tTerlaksananya pemeliharaan, perbaikan, pengembangan dan penghapusan sarana.<br \/>\n6)\tTerlaksananya pengawasan penggunaan sarana dan prasarana.<br \/>\n7)\tTerlaksananya evaluasi penggunaan sarana dan prasarana.<br \/>\n8)\tTerwujudnya laporan berkala dan insidentil.<\/p>\n<p>4.\tPembantu mudir bidang kesantrian<br \/>\na.\tRumusan umum tugas dan fungsi<br \/>\nMembantu mudir am dalam tugas kesantrian, yaitu dalam menyusun program kerja kesantrian, 5K, kegiatan luar pesantren dan mengkoordinir pelaksanaannya.<\/p>\n<p>b.\tUraian Tugas<br \/>\n1)\tMenyusun program kerja pembinaan santri (bulanan, semesteran dan tahunan).<br \/>\n2)\tMenyusun program kerja 5K dan mengkoordinir pelaksanaannya.<br \/>\n3)\tMengkoordinasikan pelaksanaan pemilihan pengurus RG\/UG dan kegiatan kesantrian lainnya.<br \/>\n4)\tMengkoordinasikan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan luar pesantren\/ekstrakurikuler.<br \/>\n5)\tMembimbing dan mengawasi kegiatan RG\/UG dan lain-lain.<br \/>\n6)\tMengkoordinir pelaksanaan pemilihan calon santri teladan dan penerima beasiswa.<br \/>\n7)\tMembimbing dan mengawasi pengembangan hubungan santri dengan siswa sekolah lain melalui organisasi pesantren\/sekolah lain.<br \/>\n8)\tMengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan pembinaan kesantrian.<br \/>\n9)\tMengkoordinir pelaksanaan penerimaan santri baru dan MOS.<br \/>\n10)\tMengkoordinir kegiatan-kegiatan santri.<br \/>\n11)\tMengkoordinasikan dan mengawasi kegiatan kepanduan.<br \/>\n12)\tMembuat laporan berkala dan insidentil kepada mudir am.<\/p>\n<p>c.\tWewenang<br \/>\n1)\tMenyusun daftar pembagian tugas santri untuk memelihara kebersihan dan keindahan pesantren.<br \/>\n2)\tMenyusun daftar pembagian tugas guru untuk pengawasan kebersihan dan ketertiban.<br \/>\n3)\tMenyusun dan mengatur tugas para pembantu pelaksana untuk taman dan kebersihan.<br \/>\n4)\tMemilih rangking\/peringkat santri untuk keperluan beasiswa dan santri teladan.<br \/>\n5)\tMenyiapkan santri untuk kegiatan ekstrakurikuler.<br \/>\n6)\tMenyiapkan laporan berkala dan insidentil tentang lingkungan dan kebersihan.<br \/>\n7)\tMengkoordinir kegiatan santri.<br \/>\n8)\tMengkoordinir penyelenggaraan muhadhoroh.<\/p>\n<p>d.\tTanggungjawab<br \/>\n1)\tBertanggungjawab atas keberhasilan pelaksanaan pembinaan santri.<br \/>\n2)\tBertanggungjawab atas terciptanya disiplin santri.<br \/>\n3)\tBertanggungjawab atas tugas-tugas harian intern mudir am apabila yang bersangkutan tidak ada di tempat, sesuai dengan tugasnya.<br \/>\ne.\tHasil Kerja<br \/>\n1)\tAdanya program kerja pembinaan santri (bulanan, semesteran dan tahunan).<br \/>\n2)\tAdanya program kerja 5K.<br \/>\n3)\tTerpilihnya pengurus RG\/UG dan pengurus lainnya.<br \/>\n4)\tAdanya kegiatan luar pesantren\/ekstrakurikuler.<br \/>\n5)\tTerlaksananya kegiatan RG\/UG yang baik sesuai program yang direncanakan.<br \/>\n6)\tTerpilihnya santri teladan dan penerima beasiswa yang tepat.<br \/>\n7)\tTerbinanya hubungan yang baik antara santri dengan santri\/siswa pesantren\/sekolah lain melalui organisasi kesantrian\/kesiswaan.<br \/>\n8)\tTerlaksananya kegiatan santri dengan baik.<br \/>\n9)\tKemajuan kelas sesuai dengan bidang masing-masing.<br \/>\n10)\tTerlaksananya muhadhoroh-muhadhoroh di pesantren secara rutin.<br \/>\n11)\tAdanya program kerja kegiatan kepanduan.<\/p>\n<p>5.\tKepala Tata Usaha (TU)<br \/>\na.\tRumusan umum tugas dan fungsi<br \/>\nMembantu mudir am dalam melayani administrasi keuangan, kesantrian, perlengkapan, perpustakaan, ketenagaan dan keamanan.<\/p>\n<p>b.\tUraian Tugas<br \/>\n1)\tMenyusun program kerja tahunan.<br \/>\n2)\tMengadakan buku induk santri.<br \/>\n3)\tMelengkapi data-data santri dalam buku induk santri.<br \/>\n4)\tMengadakan buku induk ketenagaan.<br \/>\n5)\tMelengkapi data-data ketenagaan dalam buku induk ketenagaan.<br \/>\n6)\tMembuat dan menyediakan lembaran format untuk keperluan asatidz, santri dan lainnya seperti blangko penilaian, surat izin, mutasi dan lain-lain.<br \/>\n7)\tMenyelenggarakan dokumentasi dan kearsipan untuk semua data-data pesantren.<br \/>\n8)\tMembuat mekanisme administrasi keuangan pesantren.<br \/>\n9)\tMelaksanakan kesekretariatan pesantren.<br \/>\n10)\tMempersiapkna kegiatan pesantren.<br \/>\n11)\tMembuat notulen rapat.<br \/>\n12)\tMengelola informasi kepesantrenan.<br \/>\n13)\tMenyediakan informasi kepesantrenan yang rapi, sistematis dan akurat.<br \/>\n14)\tMembuat papan informasi kepesantrenan.<\/p>\n<p>c.\tWewenang<br \/>\n1)\tMengatur administrasi pesantren.<br \/>\n2)\tMengatur rumahtangga pesantren.<br \/>\n3)\tMengelola keuangan pesantren.<br \/>\n4)\tMengatur kegiatan rapat pesantren.<br \/>\n5)\tMengisi papan informasi pesantren.<br \/>\n6)\tMengatur tugas di lingkungan kerumahtanggaan pesantren.<\/p>\n<p>d.\tHasil Kerja<br \/>\n1)\tAdanya buku induk santri dan asatidz.<br \/>\n2)\tAdanya blanko-blanko untuk keperluan santri, asatidz dan yang lainnya.<br \/>\n3)\tAdanya data dan arsip untuk seluruh kegiatan pesantren.<br \/>\n4)\tAdanya papan-papan informasi pesantren.<br \/>\n5)\tTersedianya informasi pesantren bagi siapa saja yang memerlukan.<br \/>\n6)\tTerciptanya alur kegiatan administrasi keuangan yang tertib dan lancar.<br \/>\n7)\tTerciptanya kerapihan, kenyamanan, dan keindahan di dalam maupun sekitar kantor pesantren.<br \/>\n8)\tTerciptanya pelayanan terhadap tenaga kepesantrenan dalam melaksanakan tugasnya.<\/p>\n<p>6.\tWali Kelas<br \/>\na.\tRumusan umum tugas dan fungsi<br \/>\nMembantu guru, santri, BK dan TU pesantren dalam memecahkan masalah santri dengan cara memahami karakter santri dan membina hubungan baik dengan orangtua\/wali santri, serta melaksanakan tugas administrasi kelas yang diasuhnya.<\/p>\n<p>b.\tUraian Tugas<br \/>\n1)\tMengatur tempat duduk santri di kelas dan membuat layout kelas.<br \/>\n2)\tMenjalin hubungan dengan orangtua\/wali santri.<br \/>\n3)\tMenghubungi orangtua\/wali santri apabila diperlukan.<br \/>\n4)\tMembantu TU pesantren dalam mengumpulkan pembayaran SPP dan pendanaan lainnya.<br \/>\n5)\tMemahami karakter para santri dari kelas yang diasuhnya.<br \/>\n6)\tMengumpulkan nilai dari para guru dan memasukkannya ke dalam buku\/daftar kumpulan nilai.<br \/>\n7)\tMengisi dan membagikan buku raport.<br \/>\n8)\tMembantu guru BK menangani santri yang menghadapi masalah.<br \/>\n9)\tMembina akhkaq santri.<br \/>\n10)\tMembantu santri dalam memecahkna masalah.<br \/>\n11)\tMemotivasi santri dalam melaksanakan 5K.<br \/>\n12)\tMembuat laporan berkala dan insidentil.<br \/>\n13)\tMelaksanakan tugas lain sesuai yang diberikan oleh atasan.<\/p>\n<p>c.\tTanggungjawab<br \/>\n1)\tBertanggungjawab terhadap kebenaran dalam memberikan bimbingan dan pembinaan kelas yang dasuhnya.<br \/>\n2)\tKebenaran dan ketertiban dalam penyelenggaraan administrasi kelas.<br \/>\n3)\tMembantu tugas guru dalam tugas KBM.<br \/>\n4)\tTerciptanya kebersihan kelas dan suasana belajar yang nyaman.<br \/>\n5)\tKeabsahan administrasi kelas.<\/p>\n<p>d.\tWewenang<br \/>\n1)\tMembina kelas yang diasuhnya.<br \/>\n2)\tMengisi daftar kumpulan santri.<br \/>\n3)\tMengisi dan menandatangani raport.<br \/>\n4)\tMengatasi santri bermasalah bersama BP.<br \/>\n5)\tMengadakan pembinaan dan bimbingan terhadap santri yang diasuhnya.<br \/>\n6)\tMenilai akhkaq santri yang diasuhnya.<br \/>\n7)\tMengadakan kunjungan atau memanggil orangtua\/wali santri yang bermasalah.<br \/>\n8)\tMembantu santri yang bermasalah dalam pelajaran tertentu.<\/p>\n<p>e.\tHasil Kerja<br \/>\n1)\tAdanya program kerja wali kelas.<br \/>\n2)\tTerwujudnya hubungan baik dengan santri dan orangtua\/wali santri.<br \/>\n3)\tTerwujudnya disiplin dan tanggungjawab santri.<br \/>\n4)\tAdanya buku leger untuk raport.<br \/>\n5)\tAdanya buku kasus\/masalah.<br \/>\n6)\tAdanya buku kehadiran santri.<br \/>\n7)\tAdanya laporan pelaksanaan tugas.<br \/>\n8)\tAdanya buku agenda kelas\/biodata santri.<br \/>\n9)\tKualifikasi personal.<\/p>\n<p>7.\tGuru Piket<br \/>\nRumusan umum tugas dan fungsi<br \/>\n1)\tMelaksanakan tugas piket.<br \/>\n2)\tMembantu para mudir memeriksa dan mengawasi KBM.<br \/>\n3)\tMengisi buku piket.<br \/>\n4)\tMembantu para guru dalam menangani para santri.<br \/>\n5)\tMenggantikan tugas guru yang tidak hadir.<\/p>\n<p>PASAL 9<br \/>\nASATIDZ<\/p>\n<p>Asatidz Pesantren Persatuan  Islam adalah Tenaga pengajar di Pesantren Persatuan Islam 138 Cikijing yang mempunyai keteriikatan jam\u2019iyah dengan ormas Persatuan Islam, mempunyai kwalifikasi akademik yang sesuai dengan propesinya, mempunyai loyalitas yang tinggi terhadapa program kerja jam\u2019iyah dalam masalah pengembangan pendidikan serta  mendapat persetujuan dari Pimpinan Cabang Persatuan Islam Cikijing untuk mengajar di Pesantren. <\/p>\n<p>a.\tKompetensi Asatidz<br \/>\nUntuk dapat diangkat sebagai tenaga pendidik, calon pendidik harus memiliki persyaratan sebagai berikut :<br \/>\n1.\tMemiliki kualifikasi pengetahuan\/akademik sebagai tenaga kependidikan<br \/>\na)\tMemahami dengan baik dasar-dasar sosiologi dan psikologi pendidikan Islam dan umum.<br \/>\nb)\tMemahami karakter dan perkembangan psikologi-sosiologi dan akademik setiap santri.<br \/>\nc)\tMemahami cara mengembangkan kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual setiap santri.<br \/>\nd)\tMemahami kurikulum yang berlaku secara utuh, terutama menyangkut mata pelajaran yang menjadi bidang tugasnya.<br \/>\ne)\tMemamahami relevansi bidang studi yang diajarkan dengan ajaran-ajaran keislaman atau sebaliknya.<br \/>\nf)\tMemahami metode pembelajaran yang paling tepat dan mutakhir.<br \/>\ng)\tMemahami perencanaan, proses dan evaluasi belajar yang tepat.<br \/>\nh)\tMemahamai cara memanfaatkan jam belajar yang terbatas secara efektif.<br \/>\ni)\tMemahamai cara penggunaan alat bantu (teknologi) dan sumber belajar yang tepat.<br \/>\nj)\tMemahami tujuan pendidikan dan pengajaran di Pesantren sesuai dengan tingkatannya.<br \/>\nk)\tMemahami tujuan pendidikan nasional.<\/p>\n<p>2.\tMemiliki kemampuan menciptakan suasana belajar yang kondusif<br \/>\na)\tMenciptakan lingkungan pesantren yang saling menghormati dan memahami.<br \/>\nb)\tMenanamkan agar santri memberi penghargaan yang tinggi terhadap ilmu dan belajar.<br \/>\nc)\tMenanamkan kepada santri agar merasa bangga dan percaya diri menjadi santri pesantren.<br \/>\nd)\tMembiasakan perilaku dan sikap yang sopan kepada yang lain.<br \/>\ne)\tMenumbuhkan sikap positif seperti tekun (sabar), menghargai dan menerima diri dan tegar terhadap kenyataan yang dialami (tawakal) dan berfikir positif (husnudhon).<br \/>\nf)\tMembiasakan santri menjaga kebersihan dan merawat kepentingan umum.<br \/>\ng)\tMengembangkan perilaku tepat waktu dan memenuhi janji.<br \/>\nh)\tMembangun hubungan emosional yang erat antara santri dan pesantren.<br \/>\ni)\tMenggunakan berbagai pendekatan dalam pengajaran.<br \/>\nj)\tMelibatkan santri secara maksimal dalam proses pembelajaran.<br \/>\nk)\tMemberi perhatian kepada setiap santri dengan baik, serta mengevaluasi proses dan perkembangan belajar mereka.<br \/>\nl)\tMenunjukkan sikap mudah dihubungi, tidak kaku (fleksibel) dan bertanggungjawab.<\/p>\n<p>3.\tMemiliki kemampuan membangun hubungan\/komunikasi<br \/>\na)\tMengutamakan kerja kolaboratif sesama asatidz dan warga pesantren lainnya.<br \/>\nb)\tMembangun lingkungan kerja yang bersahabat (healty relationship)<br \/>\nc)\tMembantu jalannya program dan kebijakan pesantren serta berpartisifasi di dalamnya.<br \/>\nd)\tMenjaga komunikasi dengan orangtua santri dan masyarakat.<br \/>\ne)\tBerpartisifasi dalam kegiatan masyarakat sekitar pesantren.<br \/>\nf)\tMenjaga kepercayaan warga pesantren.<br \/>\ng)\tMengikuti peraturan dan prosedur yang berlaku dalam pesantren.<br \/>\nh)\tMenerima dan melaksanakan tanggungjawab yang diberikan.<br \/>\ni)\tMenjamin bahwa setiap santri mendapat perlakuan dan kesempatan yang sama untuk belajar.<br \/>\nj)\tMenempatkan kesuksesan setiap santri sebagai tujuan dari setiap langkah yang diambil.<br \/>\n4.\tMemiliki kemampuan kepemimpinan (Leadership)<br \/>\na)\tMemiliki dedikasi yang tinggi untuk meningkatkan prestasi santri.<br \/>\nb)\tMendorong santri untuk tidak tergantung pada lorang lain dalam belajar.<br \/>\nc)\tMenunjukkan kemampuan beradaptasi dan pleksibel.<br \/>\nd)\tFokus pada pengajaran dan pembelajaran.<br \/>\ne)\tMenunjukkan sikap adil, tidak memihak atau mengistimewakan seorang anak lebih dari yang lainnya.<br \/>\nf)\tMemberi dukungan dan bantuan kepada sesama asatidz atau tenaga kependidikan lain yang menghadapi masalah.<br \/>\ng)\tMenunjukkan perilaku yang sopan dan bertanggungjawab.<br \/>\nh)\tMengakui, menghargai dan memberi dukungan terhadap perbedaan pandangan.<br \/>\ni)\tBerpartisifasi dalam kegiatan pengembangan keahlian dan mendorong asatidz lain untuk juga berpartisifasi.<br \/>\nj)\tMengelola sumber-sumber yang ada secara efektif dan benar.<br \/>\nk)\tMendorong dan sebisa mungkin memfasilitasi guru lain untuk mengembangkan diri.<\/p>\n<p>5.\tMemiliki kemampuan dalam mengambangkan diri<br \/>\na)\tMemgambil inisiatif dalam mengambangkan kemampuan diri tanpa perlu menunggu instruksi atasan.<br \/>\nb)\tMenyediakan waktu untuk membaca dan mempelajari metode mengajar terkini.<br \/>\nc)\tMelakukan refleksi dan riset sederhana terhadap pengajaran secara berkala.<br \/>\nd)\tMelakukan dialog-dialog informal untuk berbagi pengalaman dengan sesama guru.<\/p>\n<p>b.\tPersyaratan Asatidz<br \/>\na)\tAnggota Persis atau yang dianggap layak oleh Pimpinan Cabang Persis Cikijing, Mudir Am dan para Mudir Pesantren Persatuan Islam 138 Cikijing.<br \/>\nb)\tSehat jasmani dan rohani.<br \/>\nc)\tAlumnus mu\u2019alimin atau yang memiliki dedikasi dan prestasi tinggi terhadap Jam\u2019iyah Persis.<\/p>\n<p>c.\tHak dan kewajiban asatidz<br \/>\nDalam melaksanakan tugas, asatidz berhak :<br \/>\n1)\tMendapatkan rotibah yang disesuaikan dengan kemampuan pesantren.<br \/>\n2)\tMemperoleh perlindungan dalam melaksanakan tugas.<br \/>\n3)\tMemperoleh dan memanfaatkan sarana dan prasarana pembelajaran untuk menunjang kelancaran tugas.<br \/>\n4)\tMemiliki kebebasan dalam memberikan penilaian dan ikut menentukan kelulusan, penghargaan dan atau sanksi kepada santri sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan pesantren.<br \/>\n5)\tMemiliki kesempatan untuk berperan dalam penentuan kebijakan pesantren.<br \/>\n6)\tMemperoleh kesempatan untuk mengembangkan dan meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi.<\/p>\n<p>Dalam melaksanakan tugas, asatidz berkewajiban :<br \/>\n1)\tMerencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran.<br \/>\n2)\tMeningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.<br \/>\n3)\tBertindak objektif dan tidak diskriminatif atas dasar pertimbangan jenis kelamin, suku, ras dan kondisi fisik atau latar belakang keluarga dan status sosial ekonomi santri dalam pembelajaran.<br \/>\n4)\tMenjunnjung tinggi tata tertib peraturan, serta nilai-nilai akhlaqul karimah.<\/p>\n<p>PASAL 10<br \/>\nTATA TERTIB ASATIDZ<\/p>\n<p>1.\tBerpakaian rapi (berkemeja atau koko), memakai sepatu dan berkaos kaki saat bertugas.<br \/>\n2.\tUntuk asatudzah berpakaian sesuai standar syar\u2019iy (berjilbab), memakai sepatu dan berkaos kaki.<br \/>\n3.\tYang berhalangan hadir wajib memberitahu kepada mudir atau guru piket serta melampirkan pelajaran yang akan dikerjakan oleh para santri di kelas yang ditinggalkan.<br \/>\n4.\tBertindak di hadapan santri sebagai pendidik.<br \/>\n5.\tTidak merokok di dalam kelas atau sambil berjalan di lingkungan pesantren.<br \/>\n6.\tYang mengajar pada jam pertama diwajibkan datang seperempat jam sebelum bel masuk.<br \/>\n7.\tTugas piket harus hadir pada jam pertama dan pulang pada jam terakhir mengawasi kegiatan para santri, membantu mudir, mengatur pengajar bila ada asatidz yang berhalangan hadir.<\/p>\n<p>PASAL 10<br \/>\nSANTRI<\/p>\n<p>Santri Pesantren Persatuan Islam 138 adalah pelajar putra dan putri yang belajar di lembaga Pesantren Persataun Islam 138 Cikijing yang telah memenuhi persyaratan dan mendapat persetujuan dari pimpinan pesantren. <\/p>\n<p>Pasal 11<br \/>\n\tHAK DAN KEWAJIBAN SANTRI<\/p>\n<p>Setiap santri yang belajar di Pesantren Persatuan Islam 138 Cikijing berhak :<br \/>\n1.\tMemperoleh pendidikan sesuai dengan visi misi dan tujuan pendidikan Pesantren Persatuan Islam 138 Cikijing.<br \/>\n2.\tMengikuti setiap kegiatan kesantrian yang telah diprogramkan.<br \/>\n3.\tMemperoleh pelayanan dan menggunakan fasilitas yang disediakan menurut peratursan-peratruran yang berlaku.<br \/>\n4.\tMenyampaikan saran, pendapat dan keinginan melalui organisasi kesantrian RG\/UG dan media lainnya.<br \/>\n5.\tSetiap santri yang berprestasi berhak mendapat beasiswa.<\/p>\n<p>Setiap santri yang belajar di Pesantren Persatuan Islam 138 Cikijing berkewajiban :<br \/>\n1.\tMenjaga keutuhan kegiatan akademik dan mempertahankan almamater.<br \/>\n2.\tMenjaga citra pribadi sebagai calon pendidik, da\u2019i dan ulama yang mendambakan nilai-nilai kebenaran.<br \/>\n3.\tMembantu dan berpartisifasi dalam penyelenggaraan penddidikan pesantren dengan baik dan teratur sesuai ketentuan yang berlaku.<br \/>\n4.\tMematuhi semua ketentuan yang berlaku terutama bai\u2019at Santri Pesantren Persatuan Islam demi terbinanya suasana proses belajar mengajar yang baik.<br \/>\n5.\tBerlaku sopan sebagai seorang santri, calon ulama, pendidik an da\u2019i dalam cara bergaul dan bersikap yang mencerminkan sosok di atas, dimanapun berada.<br \/>\n6.\tMentaati aturan yang berlaku.<br \/>\n7.\tSetiap santri wajib hadir di pesantren sepuluh menit sebelum belajar dimulai.<br \/>\n8.\tSetiap santri wajib menghadiri muhadhoroh bai\u2019at.<br \/>\n9.\tSantri yang terlambat datang harus melapor kepada petugas piket.<br \/>\n10.\tSetiap santri wajib berdoa dan membaca Al Qur an sebelum proses belajar mengajar dimulai.<br \/>\n11.\tSetiap santri wajib mengikuti proses belajar sampai selesai, kecuali ada keperluan darurat dan harus seizin guru kelas dan guru piket.<br \/>\n12.\tSetiap santri yang berhalangan hadir wajib menyampaikan pemberitahuan tertulis dari orangtua\/wali santri\/dokter. Yang tidak masuk tiga hari berturut-turut tanpa pemberitahuan akan diberi peringatan kepada orangtua dan bila perlu akan diberi sanksi.<br \/>\n13.\tSetiap santri wajib memakai pakaian seragam yang telah ditentukan, yaitu :<br \/>\n&#8211;\tPutra : kemeja putih dimasukkan ke dalam celana dan terkancing rapi serta celana panjang warna coklat tua.<br \/>\n&#8211;\tPutri : berjilbab kuning tua, baju kurung kuning gading tua dan bawahan rok panjang warna coklat tua.<br \/>\nPASAL 12<br \/>\nTATA TERTIB SANTRI <\/p>\n<p>Tata tertib santri adalah tata aturan yang berlaku dan wajib dilaksanakn oleh seluruh santri yang dalam penyusunannya menjadi kewenangan lembaga pengelola masing-masing mudir jenajang yang di tuangkan dalam peraturan madrasah mengenai tata tertib santri . <\/p>\n<p>PASAL 13<br \/>\nSANKSI-SANKSI<br \/>\n1.\tSangsi bagi guru<br \/>\na.\tPeringatan Lisan<br \/>\nb.\tSangsi administrasi<br \/>\nc.\tPemecatan<br \/>\n2.\tSangsi bagi santri<br \/>\na.\tPeringatan lisan<br \/>\nb.\tPeringatan tertulis<br \/>\nc.\tPeringatan nilai<br \/>\nd.\tHukuman akademis<br \/>\n1)\tPemberian tidak baik dan tidak lulus<br \/>\n2)\tPembatalan naik\/lulus<br \/>\n3)\tPengulangan kelas<br \/>\n4)\tPenundaan pemberian buku raport\/ijazah<br \/>\n5)\tPembatalan\/pencabitan ijazah<br \/>\n6)\tHukuman administrasi<br \/>\n7)\tSkorsing sebagai santri Pesantren Persatuan Islam 138 Cikijing<br \/>\n8)\tPemecatan sebagai santri Pesantren Persatuan Islam 138 Cikijing<\/p>\n<p>PASAL 14<br \/>\nLANGKAH-LANGKAH PENJATUHAN SANKSI<\/p>\n<p>Sangski bisa di jatuhkan apabila :<br \/>\n1.\tAdanya laporan pelanggaran baik tertulis atauapun lisan kepada asatidz yang berwenang.<br \/>\n2.\tDilakukan berita acara tentang hasil penelitian.<br \/>\n3.\tDibuat berita acara tentang hasil pene;litian.<br \/>\n4.\tSanksi diputuskan oleh mudir am atau mudir jenjang, bila perlu dimintakan pertimbangan dewan asatidz.<\/p>\n<p>BAB III<br \/>\nMUSYAWARAH<\/p>\n<p>Pasal 15<br \/>\nMUSYAWARAH PESANTREN<\/p>\n<p>Adalah musyawarah yang diselengarakan oleh yayasan penyelengara  (pimpinan Cabang Persis Cikijing ) dengan melibatkan kepengurusan Yayasan, Lembaga pengelola, Majlis Pesantren, Struktur Organisasi Madrasah, dewan guru dan perwakilan santri yang dilaksanakan setiap 5 (lima) tahun sekali<br \/>\na.\tKewenangan Musyawarah Pesantren<br \/>\n1)\tMemilih Mudir Am Pesantren Persatuan Islam 138 Cikijing yang selanjutnya di tetapkan oleh Pimpinan Pusat Persatuan Islam (persis)<br \/>\n2)\tMenyusun dan merevisi Nidzam Pesantren Persis 138 Cikijing<br \/>\n3)\tMenyusun RAPBS (rencana angaran pendapatan Belanja Pesantren)<br \/>\n4)\tMenyusun Rencana Kerja Lima Tahunan   <\/p>\n<p>PASAL 16<br \/>\nMUSYAWARAH LEMBAGA PENGELOLA<\/p>\n<p>Musyawarah mudir am Adalah Musyawarah yang dipimpin oleh mudir Am dalam melaksanakan amanat Nidzam Pesantren untuk dilaksanakan oleh masing- masing mudir jenjang. Yang mempunyai kewenangan :<br \/>\na.\tMemilih Mudir Jenjang untuk selajutnya di setujui oleh Pimpinan Cabang Persis dan Ditetapkan Oleh Pimpinan Pusat Persatuan Islam<br \/>\nb.\tMenyusun Rencana Kerja Tahunan<br \/>\nc.\tMenyusun RAPBP masing-masing mudir jenjang    <\/p>\n<p>Musyawarah mudir Jenjang   Adalah Musyawarah yang dipimpin Oleh Masing-masing mudir Jenajang untuk kepeluan pelaksanaan program pembelajaran di masing-masing tingkat pendidikan dan mempunyai kewenangan kewenangan :<br \/>\na.\tMenyusun program kerja Madrasah<br \/>\nb.\tMembentuk struktur Madrasah<br \/>\nc.\tMenyusun Sruktur kurikulummadrasah dan pembagian tugas struktur madrasah<br \/>\nd.\tMembicarakan berbagai permasalahan yang terkait dengan pelasanaan program  madrasah yang bersifat penting dan insidentil. <\/p>\n<p>PASAL 17<br \/>\nWAKTU PELAKSANAAN MUSYAWARAH<\/p>\n<p>1.\tMusyawarah Pesantren dilaksanakan setiap lima tahun sekali<br \/>\n2.\tMusyawarah Lembaga Pengelola yang dilaksananakan setiap 1 tahun sekali<br \/>\n3.\tMusyawarah mudir jenjang Sekurang-kurangnya enam bulan sekali <\/p>\n<p>\u0627\u0644\u0644\u0647 \u064a\u0623\u062e\u0630 \u0628\u0623\u064a\u062f\u0646\u0627 \u0627\u0644\u0649 \u0645\u0627 \u0641\u064a\u0647 \u062e\u064a\u0631 \u0644\u0644\u0625\u0633\u0644\u0627\u0645 \u0648\u0627\u0644\u0645\u0633\u0644\u0645\u064a\u0646<\/p>\n<p>Cikijing, Juni 1999 <\/p>\n<p>Tim Penyusun<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>NIDZHAM PESANTREN PERSATUAN ISLAM 138 CIKIJING MAJALENGKA MUQADDIMAH Perkembangan-perkembangan yang terjadi di dunia masa sekarang dan yang akan datang adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa dibendung, sebagai konsekuensi dari obsesi dan ambisi manusia yang ingin sesuatu yang lebih baik dari waktu ke waktu. Pada hakekatnya perkembangan itu sendiri merupakan sintesa dari tarik menarik pertentangan antara [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-61","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-profil-mts-persis-sindang"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mtspersissindang.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/61","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mtspersissindang.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mtspersissindang.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mtspersissindang.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mtspersissindang.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=61"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/mtspersissindang.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/61\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":432,"href":"https:\/\/mtspersissindang.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/61\/revisions\/432"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mtspersissindang.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=61"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mtspersissindang.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=61"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mtspersissindang.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=61"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}